Taufik sentana

Guru, konsultan pembelajaran dan ikatan dai indonesia. Menetap di Aceh barat bersama seorang istri dan enam orang anak....

Selengkapnya

Tips Siswa Juara

Berdasarkan penemuan terbaru bidang psikologi dan penelitian seputar pembelajaran, ditemukan fakta bahwa setiap siswa memiliki peluang perestasi yang sama dengan kecepatan berbeda. Peluang prestasi itu terindikasi dari kecenderungan, minat, sikap dan kesiapan diri untuk belajar. Sedangkan kecepatan belajar dekat hubungannya dengan bakat khusus, fokus, waktu yang tersedia dan pendampingan.

Yang menjadi kendala umum di banyak sekolah dengan konsep konservatif adalah polarisasi penyeragaman kemampuan para siswa dan lemahnya mediasi dalam memunculkan "potensi inti" dari diri mereka. Walaupun disepakati bahwa usaha ini bukan mutlak peran sekolah semata, tetapi juga ada peran keluarga dan sistem sosial/pemerintahan kita. Adapun perihal penerapan pendekatan saintifik (yang mengintegrasikan kemampuan siswa) ala K-13 di ruang kelas masih membutuhkan kesiapan dasar siswa dan kreativitas guru.

Di forum yang singkat ini penulis ingin menyampaikan beberapa tips yang diharapkan dapat memacu kinerja belajar siswa yang bermuara pada budaya prestasi.

1. Menghayati dan menyadari manfaat belajar. Siswa mesti dapat membangun koneksi pelajaran di kelas dengan kehidupan sekitar dan masa depannya kelak. Kelas penguatan motivasi belajar perlu disemarakkan untuk memantik daya belajar siswa dan terus menerus mengenalkan bahwa belajar adalah sesuatu yang alami, perlu dan sejajar dengan "ibadah".

2. Memilah kompetensi dengan wajar. Setidaknya kompetensi dalam belajar secara umum ada tiga. Pertama, untuk ranah kognitif, mengingat, menghafal, mencerna, sintesa dst. Kedua, untuk ranah sikap diri: yang mencerminkan kebiasaan baik dan sifat-sifat terpuji yang sesuai dengan norma sosial dan agama. Ketiga, ranah keterampilan. Siswa hendaknya dapat mempelajari beberapa keterampilan dari setiap mata pelajaran, dari keterampilan lunak, seperti menyampaikan pendapat hingga keterampilan teknis, seperti membuat laporan dan menyusun slide power point, dsb.

Dalam hal ini, siswa berhak berkembang sesuai kemampuan dan kecepatannya. Orangtua dan guru hendaknya dapat mengimbangi upaya menguasai kompetensi ini dengan pengertian, dukungan dan bantuan khusus. Dari apa yang penulis alami, hanya sedikit siswa yang dapat maksimal dalam tiga ranah kompetensi tersebut. Penyebabnya, bisa saja karena rendahnya stimulan (variasi belajar) yang diterima siswa secara langsung atau karena faktor keberbakatan dan minat semata.

3. Kesiapan belajar. Poin ini memberi tekanan pada pentingnya motivasi internal siswa dan upaya guru ataupun orangtua dalam memenuhi kebutuhan belajar dan mengevaluasinya. Kesiapan belajar ini meliputi daya cerna, konsentrasi dan gaya belajar.

4. Mengenal gaya (modalitas) belajar. Gaya belajar ini awalnya berkembang secara naluriah, dalam arti bahwa benih untuk siap belajar telah Allah berikan secara kontan. Ada siswa yang lebih dominan kemampuan visualnya hingga ia tidak fokus dengan mendengar tapi butuh banyak gambar dan elemen visual saat belajar. Sebagian lagi lebih ke kinestetik, butuh praktik langsung dan sentuhan privasi. Kerancuan pada poin ini mengakibatkan ketimpangan belajar, siswa akan tidak dapat mencapai apa yang seharusnya ia capai dengan kemampuan (fasilitas) yang lengkap. Jadi, tiga modalitas tadi adalah visual, audio dan kinestetik.

5. Kesempatan untuk tampil. Bahasa kerennya, mengekspresikan diri. Suatu kebutuhan personal yang memengaruhi konsep dan gambar diri siswa. Tersedianya ruang yang cukup dan intens akan mendorong siswa untuk mengasah kompetensi, bakat, minat dan skill-nya yang khusus. Maka sangat perlu menggalakkan rangkaian aktivitas berbasis panggung, perlombaaan bulanan, festival akademik dan terlibat di program ekstra di luar sekolah.

Demikianlah lima tips dasar yang bisa menjadi patokan siswa dalam mewujudkan prestasi dimanapun dia belajar.

Moga bermanfaat, dan selamat belajar selalu.

*Taufik sentana
Berkhidmat untuk pendidikan sejak 1996.
Konsultan pembelajaran pada Albanna Internasional College.
Pernah menjadi inisiator Lompat Kelas (percepatan belajar) saat mengabdi di Yayasan Misbahul Ulum Paloh, Lhokseumawe 2003.
@portalsatu.com sept.2017

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali