Taufik sentana

Guru, konsultan pembelajaran dan ikatan dai indonesia. Menetap di Aceh barat bersama seorang istri dan enam orang anak....

Selengkapnya

Pesona Generasi Pembelajar

Pada mulanya kegiatan belajar merupakan sesuatu yang alamiah. Kegiatan yang berlangsung spontan, simpel dan menyenangkan. Suatu kegiatan yang berdasarkan atas kondisi untuk melatih eksistensi dan kesanggupan untuk hidup secara normal yang akhirnya diarahkan ke tujuan yang lebih tinggi, katakanlah untuk kepentingan keyakinan (agama) dan negara.

Kegiatan belajar alamiah ini sangat berhasil dipraktikkan seorang bayi hingga ia berusia enam atau tujuh tahun. Atau minimal, sebelum ia mengecap pendidikan TK. Kemampuan belajar tersebut murni atas "bekal" dasar yang Allah berikan, yaitu: kemampuan mendengar, melihat dan kognisi (dasar berpikir) serta ragam kepampuan instingtif dan inderawi lainnya.

Para pakar modern menyebut periode belajar awal ini sebagai "Global Learning".Sikap belajar yang ditampakkan seorang anak dengan memanipulasi benda dan situasi secara menyeluruh dan kreatif. Kegiatan ini berlangsung tanpa tekanan, penuh gembira dan "percobaan". Situasi tanpa tekanan tersebut membuat si anak seperti mengalir bebas (flow, istilahnya) pada waktu tertentu dalam aktivitas yang ia minati.

Situasi Global Learning ini menyebabkan seorang anak kecil selalu terdorong untuk bereksplorasi, menjelajah, bergerak aktif dan terlibat dalam lingkungan sosialnya. Maka sangat baik untuk tetap menjaga minat "belajar" si anak dalam rentang waktu awal ini.

Demikianlah, pada mulanya belajar merupakan kegiatan natural dan menyenangkan, sedangkan si anak (dalam kondisi normal) menunjukkan sikap penuh minat terhadap apapun, terutama yang mendatangkan "penemuan" dan pengalaman baru. Mungkin orangtua memganggapnya justru "merusak" benda-benda dan alat mainannya. Beruntunglah para orangtua yang dapat menghayati masa ini bersama anak-anak mereka sebelum belajar yang penuh formal, monoton dan padat merenggut waktu anak-anak tadi.

Rekomendasi penting

Menilik ke rujukan beberapa rekomendasi tentang persiapan belajar ini, sangat penting mengedepankan penguasaan Alquran serta kewajiban dasar (keislaman) anak hingga ia menjelang balig. Jadi, pada usia SD, seorang anak hanya murni fokus pada kemampuan dasar semata, membaca, berhitung dan menulis serta improvisasi sains dasar (istilah saya) dengan ragam media, akses dan prosedur belajar yang tidak kaku. Dengan catatan bahwa pendidikan Alquran tetap menjadi prioritas (juga hadis) hingga ia menyelesaikan tingkat dasar/SMP.

Mari bayangkan pengakuan Ibnu Sina dan apa yang ia capai (barat menyebutnya Avicenna), sebagai Bapak Kedokteran dunia, sebelum menjadi dokter ia mempelajari fisika, sedangkan kedokteran yang menjadi fokusnya hanya ia pelajari selama dua tahun. Akan tetapi, seperti ilmuwan Muslim lainnya, ia (Ibnu Sina) menguasai ragam cabang ilmu. Dari musik, puisi, psikologi, terapi aroma, filsafat, pendidikan, matematika dan lainnya. Beliau juga berprofesi sebagai administrator negara (setingkat provinsi cakupannya) dan sebagai penulis, ia menulis lebih dari dua ratusan buku dengan memanfaatkan sebagian waktu malamnya.

Dari petikan sosok Ibnu Sina di atas dan pengantar sebelumnya, semoga dapat menginspirasi kita sebagai orangtua atau sebagai orang dewasa agar senantiasa menjaga stamina belajar dan menjadikan belajar sebagai ritus harian dengan beragam akses yang mudah dijangkau di era sekarang.

Adalah penting menghidupkan "semangat belajar" ini ke dalam jiwa anak-anak kita agar ia terus mengembangkan kepribadian secara syamil (menyeluruh) dan terus memperdalam ilmu sebagai jalan utama menuju kemuliaan diri dan masyarakatnya. Inilah generasi pembelajar yang kita tunggu, generasi dengan pesona Iqra' bismi Rabbik.[]

*Taufik Sentana
Guru dan peminat kajian sosial budaya. Bergiat di Forum Literasi Indonesia.

@ portalsatu.com2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali