Taufik sentana

Guru, konsultan pembelajaran dan ikatan dai indonesia. Menetap di Aceh barat bersama seorang istri dan enam orang anak....

Selengkapnya

Menemukan yang Tersembunyi di Hari Jumat

Kenapa mesti perlu memetik berkah di hari Jumat? Sebab ia penghulu dari hari-hari yang tujuh. Dalam kata jum'at mengandung makna "berkumpul", "berpadu", "bersama" dan "merangkum".Adanya syariah shalat Jum'at menandakan betapa besar makna kandungan hari Jumat. Meskipun Allah menetapkan kebaikan pada setiap hari yang dilewati, tapi ada pengkhususan pada hari Jumat, yaitu adanya penebusan dosa-dosa kecil dari Jumat sebelumnya. Hari Jumat menandakan kepada kita untuk membangun sikap reflektif dan evaluatif, keduanya menjadi penyangga ketakwaan diri, lazim disebut muhasabah.

Dalam ritual jumatan terdapat gambaran kebersamaan dan solidaritas yang mesti dibangun, mendoakan sesama Muslim pun menjadi rukun dalam khutbah Jum'at, bila ini hilang, maka batal pula shalat Jum'at pada hari itu. Kebersamaan tadi hendaknya tidak hanya dalam tatanan shaf-shaf shalat, tapi mesti terealisasi dalam kultur sosial kita selepas jumatan, saat kita kembali bertebaran di muka bumi untuk menggapai keutamaan dari Allah (li tabtaghu min fadhlillah).

Kesan kebersamaan dan keterpaduan dalam ritual khusus Jumat hendaknya mendekatkan kita pada visi yang paling akhir, yaitu saat kita dikumpulkan di mahsyar dengan ragam keadaan diri. Ramainya orang-orang berbondong menuju fardhu Jum'at menggambarkan kepada kita betapa penting bagi jiwa ini untuk menuju ke Yang Maha Esa, Ialah Awal dan Akhir. Terbangunnya rasa ini akan mengikis ego diri dan sikap invidualis yang menjadi penyakit pada abad modern.

Di antara cara terbaik dalam memetik berkah Jumat adalah dengan bersegera menuju masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah. Yang paling akhir tiba di masjid, maka baginya pahala sebesar "telur ayam", sedangkan yang datang lebih awal, sebelum azan, baginya pahala senilai "satu unta". Pada waktu-waktu tertentu di hari Jumat ada saatnya dimana doa kita langsung di-ijabah oleh Allah. Maka mari bersama kita memperbannyak istigfar, zikir, dan meminta kebaikan lainnya.

Adalah lebih baik bila kita dapat berinfak secara khusus di hari Jumat, dan mendahului hari ini dengan puasa Kamis, tilawah Aquran, membaca surah Al-Kahfi atau Yasin dan surah lainnya. Memberbanyak selawat juga sangat dianjurkan dalam sebagian riwayat.

Dalam menghadirkan semarak dan semangat Jumat, betapa indahnya bila setiap keluarga di tengah masyarakat kita menjadikan malam Jumat sebagai malam penuh kebersamaan. Yang diisi dengan majlis quran, musyawarah keluarga dan aktivitas keagamaan lainnya. Semangat ini akan menata ruang kosong dalam hati setiap anggota keluarga, sehingga terisi kembali oleh berkah Jumat dan kebaikan yang ditawarkan Allah pada mahsyar kelak.
Wallahu A'lam, Aamiin.[]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Artikel kita hampir sama pak Taufik, semoga bermanfaat untuk kita semua

11 Oct
Balas

He he salam pak...bukan sengaja

11 Oct

Alhamdulillah, jazakumullah khoiron katsiro artikel yang sangat bermanfaat. Jumat barokah. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...pak guru.

11 Oct
Balas

Paparan yg tak kalah dg apa yg disampaikan pak guru syaihu sebelumnnya,. Sejatinya dapat mengisi hari penuh berkah dg amalan yg mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta. Barakallah

11 Oct
Balas

Moga berkenan dan bermanfaat tuk perjalanan gurudisini/gurusiana

11 Oct
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali