Taufik sentana

Guru, konsultan pembelajaran dan ikatan dai indonesia. Menetap di Aceh barat bersama seorang istri dan enam orang anak....

Selengkapnya

Kenapa Disebut Mata Pelajaran?

Kenapa Disebut Mata Pelajaran?

Umumnya kita mengenal kata mata pelajaran sudah sejak lama. Mungkin selama usia belajar kita, saat kuliahan, disebut mata kuliah. Selanjutnya mata pelajaran menjadi konsumsi akademik kita dan menjadi bagian dari capaian pengembangan diri, kompetensi dan kontribusi.

Dari mata pelajaran tadi seakan berawal semua persepsi tentang diri kita, lingkungan dan bahkan dunia. Bisa jadi, hal terpahit dan termanis berkumpul dalam kata mata pelajaran. Semua pengalaman belajar (formal) menjadikan mata pelajaran yang terstandar dan khas sebagai acuan dalam interaksi edukatif di kelas.

Banyak pula proyek-proyek penulisan dan penerbitan yang secara khusus melirik bahwa buku mata pelajaran sebagai segmen pasar yang riil dan selalu dibutuhkan. Sebagian penerbit bahkan membangun afiliasi tertentu dengan pemerintah agar dapat mengetahui kecenderungan terkini tentang standar mata pelajaran. Demikian juga dengan perlombaan menulis buku mata pelajaran yang diadakan secara periodik oleh lembaga dan perusahaan terkait. Kesemuanya mengacu pada usaha agar mata pelajaran dapat menjadi bagian penting dalam mencerdaskan siswa dan melestarikan budaya belajar. Walau ada terngiang istilah "bisnis mata pelajaran".

"Menyingkap" Tabir Kecerdasan

Bila kita cari kata yang mirip, agaknya cocok dengan mata air dan mata pencarian. Kata mata pencarian berarti sumber pendapatan dan penghasilan. Jika demikian, tentu sangat mungkin mata pelajaran berarti juga sumber pemahaman, sumber pengetahuan dan sumber belajar. Dikatakan sumber belajar (dan bahan ajar), karena dalam satu buku mata pelajaran memang secara metodologis dan empiris, idealnya merangkum semua aspek yang mungkin dicerna oleh siswa berdasarkan konteks lingkungan hidupnya sehari-hari yang dikaitkan dengan kepentingan masa depannya.

Buku pelajaran semacam dunia sekitar dan peristiwa yang diracik untuk menjadi medium belajar. Ia seakan menjadi "mata" dalam menjembatani/memaknai dunia yang luas di luar kelas.

Adakah makna lain hingga ia semakin layak disebut mata pelajaran?

Dalam pemahaman yang paling modern dan sejalan dengan makna klasik dalam filsafat pendidikan Islam, mata pelajaran juga disebut sebagai alat bantu siswa untuk memediasi ranah potensi "cerdasnya"yang tersembunyi. Alat bantu yang menghubungkan siswa kepada asal mula pengetahuan dan betapa besarnya kekuasaan Allah yang tak mungkin kita rangkum dalam satu konsep mata pelajaran.

Misal, dalam mata pelajaran matematika, siswa dapat membiasakan sikap teliti, hati-hati dan efektif. Meski, bisa jadi secara akademik ia tidak cakap secara matematis. Tapi, pelajaran matematika dapat membuka persepsinya tentang abstraksi angka dan rahasia pencapaian era teknologi informasi dengan disiplin logaritma yang rumit.

Sedangkan secara spiritual, matematika bisa menghubungkan siswa kepada Allah Yang Maha Menghitung (Alhasib). Dengan demikian, siswa juga dapat terbuka "mata batin dan mata persepsinya" dengan mata pelajaran yang dikontruksi secara logis dan terpercaya, apalagi bila disajikan dengan konkret dan kontekstual.//

Wallahu A'lam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mata pelajaran sesungguhnya adalah kehidupan....

08 Oct
Balas

Sip, begitu adanya...he he

08 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali