Taufik sentana

Guru, konsultan pembelajaran dan ikatan dai indonesia. Menetap di Aceh barat bersama seorang istri dan enam orang anak....

Selengkapnya

Inilah Penawar dalam Keadaan Apapun

Sabar sebagai Penawar setiap Keadaan

" Bila sabar itu lelaki, tentu ia adalah lelaki yang pemurah dan lapang dada "

Sabda Muhammad SAW

Oleh Taufik Sentana

Diantara keutamaan yang tinggi dan mengagumkan dalam pribadi mukmin ialah tatkala ia bersikap sabar. Sebagian ulama akhlaq menjadikan sabar seiring dengan syukur dan menjadikan sabar sebagai separuh iman. Sabar dapat merangkum sifat zuhud, ikhlas, qanaah, ridha, adil, takwa dan ihsan. Dalam hal takwa dan ihsan, misalnya, sangat mustahil keduanya dicapai tanpa sikap sabar.

Sabar secara bahasa berarti menahan dan mengekang. Lawan katanya adalah jazu', keluh-kesah, menggerutu, mencela dan amarah. Jadi sabar merupakan suatu kondisi diri yang mampu mengendalikan dorongan negatif hingga tidak menimbulkan kerusakan. Kerusakan dimaksud bisa pada minusnya amal salih, disharmoni interaksi antarmanusia dan gangguan pada struktur sosial yang lebih kompleks. Begitu dahsyat efek negatif yang muncul dari hilangnya sikap sabar.

Minusnya amal salih, mungkin abstarak bagi kita, tapi rusaknya hubungan keluaga, suami dan istri bisa tampak nyata karena dipicu oleh ketidaksabaran. Bahkan rusaknya tatanan masyarakat atau kehancuran suatu pemerintahan selalu terjadi karena warga dan para pembesar atau pemimpin mereka telah menanggalkan pakaian sabar dalam gaya hidup keseharian.

Adapun minusnya amal salih, bisa menjadi konkret saat kita mengetahui faktor yang mendominasi prilaku keseharian kita. Bila dalam keseharian kita bisa berlaku taat, lapang dada, memberi dan memaafkan serta tidak berkeluh kesah dan serampangan, maka insyaa Allah amal salih kita tidak rusak dan sikap tersebut pasti diganjar oleh Allah ("Bersabarlah sesungguhnya Allah tidak menghilangkan pahala orang orang yang berbuat ihsan/baik", Q.S: Hud.)

Aplikasi Sabar

Dalam keseharian sabar teraplikasi dengan bentuk perilaku ketataan seorang hamba, atau perilaku disiplin seorang warga negara. Sebagian lainnya aplikasi sabar akan selalu tampak saat musibah, sesuatu yang tidak disukai terjadi pada kita. Saat itu kita menahan diri untuk tidak mencela, menggerutu dan menyalahkan takdir. Sebab, Allah telah menjadikan musibah tadi sebagai penebus kelalaian kita, saat kita rela, maka ia akan berbuah pahala dan pertolongan Allah. Bagi seorang muslim misalnya, sabar juga teraplikasi saat dapat menahan diri dari maksiat dan perilaku lainnya yang diharamkan. Baik itu berupa pikiran, ucapan ataupun tindakan.

Kesiapan kita untuk dapat terus meningkatkan kesabaran, sama halnya dengan menjadikan diri kita lebih cerdas secara rohani, lebih menyehatkan secara mental dan mendatangkan rahmat dalam keseharian kita. Saat Allah Menyebutkan bahwa balasan bagi yang sabar adalah tak terbatas, maka itu menandakan betapa besar peluang kebaikan yang muncul dari perilaku sabar. Bila satu kebaikan adalah sepuluh ganjaran, maka bisa jadi ganjaran dari bersabar mencapai ribuan kali lipat dari kebaikan yang biasa.

Jadi, marilah bersama kita menjadikan sabar sebagai penawar dalam kondisi keseharian kita. Hingga susah dan senang, lapang dan sempit, rakyat dan raja sama-sama dilimpahi keberkahan.

Taufik sentana

Staf Ikatan Dai Indonesia Aceh Barat

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semoga kita dapat menerapkan konsep sabar dalam keseharian

06 Oct
Balas

Ternyata penawarnya sederhana, tapi kadang susah mempraktekannya.

06 Oct
Balas

Pak Mulya dan pak Ayo: Alhamdulillah, Topik ni tak pernah saya angkat, awalnya karena dorongan untuk terus belajar sabar, dan sebagai bahan ta'lim ayah ayah di sdit aceh barat. Terima kasih

07 Oct
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali