Taufik sentana

Guru, konsultan pembelajaran dan ikatan dai indonesia. Menetap di Aceh barat bersama seorang istri dan enam orang anak....

Selengkapnya

Bukan Semata Khalil Gibran

Bukan Semata Khalil Gibran

(teruntuk, evaku)

Sahabatku terkasih

esok adalah taman bunga

yang telah jinak oleh hujan.

Dan engkau melihat mentari terpancar

menghangatkan hati yang bergetar

karena rindu dan igau musafir.

Lalu kehidupan yang tampak di hadapmu

mesti tetap dilalui jua dengan riang jiwa dan mata berkaca.

Bila engkau lelaki jadilah mentari pagi yang berani. Bila engkau wanita jadilah bunga abadi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Keren pak, cuma larik terakhir malah mengaburkan makna puisi di bait awal. Bukannya puisi ini untuk sahabatnya yang bernama Eva (perempuan?). Kenapa di bagian akhir, ragu antara laki atau perempuan? Padahal sampai pada larik sebelum baris itu, sudah manis sekali diksi dan makna yang tersurat. Mohon konfirmasinya.

11 Oct
Balas

Pilihan katanya bagus sekali...

12 Oct
Balas

Mgkin itu sbgai penyatuan saja, dari kisah kami berdua... Tks atas masukan

11 Oct
Balas

Pada mulanya hanya puisi dan hadiah biasa/ umum, baik lk atau pr

11 Oct
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali