Taufik sentana

Guru, konsultan pembelajaran dan ikatan dai indonesia. Menetap di Aceh barat bersama seorang istri dan enam orang anak....

Selengkapnya

Apakah Kematian Seperti Malam?//puisi

Telah begitu jauh kutembus malam, melewati setiap lorongnya dalam sepi dan beku. Aku telah teramat sesak di jantung malam sambil berkaca dan memendam jejak waktu.

Lalu sayap-sayap malam berkelepak-kelepak menjadi bait doa di ufuk pagi:

"Duh, Apakah kematian seperti malam,?"

tanyaku padamu.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Malam kan segera berganti pagi. Kematian..? Saya suka, puisi pak guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

11 Oct
Balas

Manis puisinya, cuma kata ganti orang kedua -mu itu untuk orang apa untuk kata ganti Tuhan? (-Mu). Maksudku, kalau itu kata ganti Tuhan, sebaiknya penulisannya mengikuti ejaan. Tapi kalau untuk orang lain, lalu siapa yang dimaksud? Karena di pagi buta, suasana sepi dan senyap bisa jadi dialog itu kepada Tuhan.

11 Oct
Balas

Untuk si pembaca buk, saya asumsikan saya tidak sendiri di ujung malam

11 Oct

Kematian berganti juga buk... Trm ksh buk. Moga ttp sukses dan smkin sehat.

11 Oct
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali